Banyak Barang Mewah Kondisi Lecet Dibuang di Australia

Banyak Barang Mewah Kondisi Lecet Dibuang di Australia – Vlogger Indonesia, yang terkenal bernama Bakie, berbagi tradisi Australia yang mungkin dianggap aneh oleh orang Indonesia. Warga negeri kanguru diketahui tidak puas membeli produk cacat, meski hanya tergores sedikit.

Banyak Barang Mewah Kondisi Lecet Dibuang di Australia

missinternational-okinawa – Jika orang Indonesia menyerah pada status barang, orang Australia memutuskan untuk membuangnya ke tempat sampah. Tidak hanya produk biasa tetapi juga produk bermerek dibuang.

Bakie mengunggah video sampah yang tertinggal di pinggir jalan. Dikatakan bahwa beberapa sampah sebenarnya dapat digunakan.

Baca Juga : Gerai Gucci Buka di Korea Dihadiri Oleh Para Bintang Ternama

Banyak orang yang merusak barang-barang yang sudah tidak terpakai, walaupun tidak digunakan. Yang ditinggalkan masih bagus. Dan kadang-kadang bermerek. . “

Baker menunjukkan sebuah barang yang ditinggalkan di pinggir jalan. Pembersih apartemen membuang sampah pinggir jalan dari penghuni apartemen. Nanti ada petugas kebersihan lain untuk mengangkut barang.

Dari Reebok ke Apple

Lalu barang apa saja yang dibuang? Bakie mengatakan segala sesuatu mulai dari kasur hingga kursi gaming adalah sampah. Tak hanya itu, ada juga perangkat elektronik seperti microwave oven, mesin cuci dan mesin pembuat kopi. “Di Indonesia microwave itu barang mahal. Kalau di sini biasa saja,” ujarnya.

Setelah itu, Baker juga mendapatkan Elbags, sandal Hermes dan sepatu Reebok. Dia masih memiliki sepatu Converse dan sepatu kets merek lain untuk dipakai.

Baca Juga : Harga Sepeda Lipat Pesaing Brompton, Seberapa Mahal?

Selain itu, ia juga terkejut melihat beberapa monitor komputer Apple. “Saya kaget karena itu Apple dari jauh. Layarnya menghilang begitu saya mendekat,” katanya.

Bakie mengatakan “membersihkan” sampah adalah hal biasa. “Ini benar-benar seperti orang kulit putih yang melihatnya,” katanya.

Jiwa bergejolak otomatis yang malang

Setelah menonton video ini, banyak netizen menjadi khawatir dengan keuangan mereka. Mereka menjadi miskin ketika melihat barang-barang bermerek dibuang. Beberapa orang tidak puas melihat barang mevvah dibuang.